Power Plant Notes
Operasi pembangkit, overhaul, material kritis, dan pembelajaran lapangan.
Kumpulan catatan selama berkativitas terutama pembangkit listrik, energi dan lainnya
Operasi pembangkit, overhaul, material kritis, dan pembelajaran lapangan.
Kronologi pengadaan, progres pekerjaan, temuan teknis, dan tindak lanjut.
Update teknologi, diversifikasi energi, efisiensi, dan praktik global terbaru.
Aplikasi digital, dashboard monitoring, dan solusi teknis pendukung operasi.
Ringkasan visual untuk pembangkit, pengadaan, overhaul, reliability, energi, dan teknologi.
Gunakan untuk menampilkan kronologi MO, status delivery, temuan teknis, dan rencana tindak lanjut.
Buka KategoriFokus pada SLA, opportunity, bottleneck, dan konversi menjadi pendapatan.
Visualisasi data real-time untuk prioritas, progres, dan tindak lanjut.
Catatan inspeksi, risiko teknis, dan pembelajaran dari unit pembangkit.
Status PO, delivery, SLA, dan bottleneck material.
Timeline MO, readiness unit, dan catatan pekerjaan.
Temuan inspeksi, risiko teknis, dan lesson learned.
Dashboard, aplikasi monitoring, dan dokumentasi sistem.
![]() |
| Sumber : Museum Angkut Malang (7 feb 24) |
Diesel merupakan salah satu mesin konvensi energi yang terjadi secara internal combustion dengan fluida kerja berupa udara yang tidak mengalami perubahan fasa saat proses masuk, terjadinya pembakaran hingga keluar sebagai udara buang melalui cerobong exhaust. Merangkum dari buku Thermodynamic karangan Yunus Cengel yang sering jadi acuan beberapa mata kuliah (bab 9 halaman 488).
Salah satu jenis konversi energi dalam mesin pembakaran berjenis reciprocating atau bersifat bolak balik memiliki prinsip kerja ketika bahan bakar diumpankan kedalam ruang bakar dan tercampur dengan udara kemudian terkompresi energi (kimia) menjadi panas yang dapat menggerakkan secara mekanis suatu piston. Perubahan energi kimia (pembakaran) menjadi energi kinetik inilah yang dimanfaatkan untuk konversi energi yang dapat dimanfaatkan dalam proses berikutnya, apakah itu menjadi putaran roda ataupun menjadi penggerak generator untuk menghasilkan energi listrik.
Mesin diesel adalah salah satu jenis mesin konversi energi dengan prinsip recripocating secara pembakaran internal. Sedangkan fluida kerjanya adalah udara yang tidak mengalami peubahan fasa dan hanya mengalami perubahan secara volume maupun tekananya. Secara sederhana prinsip kerja mesin diesel dalam PLTD dapat dijelaskan sebagai berikut; perta bahan bakar dalam tanki bahan bakar misal MFO, HSD mapun B30 yang dialirkan dari daily tank dipompakan kedalam nozzle yang berfungsi sebagai pengabut yang menerima injeksi bahan bakar bertekanan tinggi dan temperature juga naik seiring kenaikan tekanan fluida. Supplai udara kedalam diesel dialirkan dari tanki udara melalui air intake system kemudian dialirkan melalui turbocharger untuk lebih mengefisiensikan dengan meningkatkan tekanan udara yang masuk. Turbocharger sendiri bekerja seperti mesin kompresi sentrifugal yang mendapat daya turbinnya dari gas buang. Tekanan yang dicapai udara mencapai 500 psi (34 bar) dan temperature 600 degC kemudian dialirkan ke ruang bakar secara simultan dengan aliran bahan bakar. Udara bertekanan dan temperatur tinggi yang masuk dalam silinder di ruang bakar akan membantu terjadinya self ignition dari bahan bakar ketika disemprotkan sehingga terjadi “ledakan” sehingga dapat menggerakkan torak yang dihubungkan dengan poros engkol oleh batang penggerak dan menyebabkan pergerakan secara rotasi poros rotor (generator) dan dikonversikan menjadi energi listrik.
Mesin diesel menggunakan prinsip reciprocating memiliki komponen utama yang berperan dalam mekanisme konversi energi seperti pada gambar berikut;
DOI: 10.1007/978-981-19-1581-9_33
Abstract. Gas turbine operation’s disturbances related to combustion that lead to flame instability greatly influenced by the setting of fuel and air which is adjusted according to gas availability during commissioning. Meanwhile, gas turbine must be able to operate using a variety of natural gases or its mixing depending on the system and gas availability. This study presents the numerical simulation to obtain the combustor’s characteristics by analysis the flame stabilization, temperature distribution, and Nox emission by varying the fuel gas sourced and air mass flow. The numerical analysis has shown that fuel with higher CH4 contains will tend the ombustion become more unstableand and stabilized by the inner recirculation zone. The more excess air also provide more stable combustion as flame lenght decrease, but too much excess air will decrease the total temperature. NOx emission produced from the combustion which produce higher temperature from methane and excess air effect. The recommendation of the research results is to provide a limitation of the composition of the gas mixing and the fuel air ration to obtain the combustion stability. The results of the study simulate that it is possible to use three condition of fuel gas in combustion system.
1. Introduction
Carbondioxide Capture and Storane (CCS) merupakan salah satu mitigasi adanya pemanasan global dengan cara mengurangi emisi CO2. Teknologi CCS merupakan rangkaian pelaksanaan proses yang terkait satu sama lain, mulai dari pemisahan dan penangkapan (capture) CO2 dari sumber emisi gas buang (flue gas), pengangkutan CO2 yang tertangkap ke tempat penyimpanan (transportation), dan penyimpanan ke tempat yang aman (storage).
Tabel 2. Emisi dari sector pembangkit energi
Blog ini dapat digunakan sebagai ruang dokumentasi, sharing knowledge, portofolio pekerjaan, dan arsip pembelajaran teknis yang mudah diakses.